Monday, April 20, 2026
Artikel

Pertemuan Prof. Sarwono Hardjomuljadi dengan Lech Walessa Presiden Polandia Periode 1990-1995, di Athena

Athena – Bersama Lech Walessa, di Athena kemarin dulu, beliau mantan Presiden Polandia yang sangat terkenal waktu itu 1990 an, mantan tukang listrik di industri konstruksi kelistrikan dan mekanikal yang berani melepaskan diri dari Pakta Warsawa. Tokoh ini 35 tahun lalu menjadi salah satu tokoh idola saya dengan wordnya For the bright future of the World there should be reconciliation not by war or bloodshed ini membangkitkan simpati dunia pada beliau termasuk saya.

Obsesi saya kita bangsa Indonesia bisa melakukan rekonsiliasi disegala bidang seperti yg dilakukan Lech Wallesa dan Nelson Mandela mengedepankan persamaan, mengurangi perbedaan.

Saya bersyukur bisa ketemu beliau, bicara dan duduk bersama di Global Leadership Forum bidang konstruksi yang diselenggarakan oleh FIDIC di Athena kemarin. Selama ini saya sungguh tidak berpikir bisa ketemu, apalagi duduk bersama dipanggung. Hanya pernah foto sama patungnya di museum lilin Madame Tussaud, ini saya sampaikan juga pada Sessi Engage and Comments. Ternyata para peserta dari generasi muda banyak yang tidak mengenal beliau secara utuh.

Saya juga sampaikan pada teman teman yg ikut acara ini bahwa saya harapkan word dari Lech tadi bisa kita aplikasikan didunia konstruksi menjadikan penyelesaian proyek yang menjadi target bersama, selesai fisik dan administratif  tanpa sengketa yang bahkan menimbulkan salah tafsir bagi Government Auditor  di negara2 Civil Law seperti kita. Saya senang sekali ada beberapa rekan yang sependapat perlunya kontrak konstruksi yang menggunakan plain English language sehingga mengurang salah paham atas bahasa kontrak yang saat ini ada, yang tidak mudah dipahami oleh orang yang tidak belajar hukum (SHM)