Umar Bin Khattab dan Keteladanannya

umarKita semua selalu melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan, tetapi mungkin beberapa diantara kita belum mengetahui siapa yang membudayakan shalat tarawih ini (Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rijal Hamid, 2003), beliau adalah salah seorang Khulafaur Rasyidin, yaitu Umar bin Khattab, seorang Khalifah, yang berkepribadian sangat kuat dan tegas, Beliau digelari Al-Faruq, artinya yang tegas membedakan yang benar dan yang salah

Kalimat yang terkenal yang pernah diucapkan Umar adalah: “Siapa yang melihat pada diriku yang membelok, maka hendaklah ia meluruskannya” (HR Bukhari). Suatu kalimat yang sangat menentang yang pada masa sekarang tidak banyak yang berani menyatakannya secara jujur, mungkin banyak dikatakan orang tetapi hanya sebatas kata kata, tidak dilandasi kejujuran, justru terkadang dimaksudkan hanya untuk mengetahui siapa saja yang tidak setuju dengan perilaku yang bersangkutan atau berseberangan dengan nya

Sebagai seorang agamawanbeliau menetapkan kodifikasi Al-Quran, suatu bukti bahwa beliau adalah seorang yang visioner. Umar memikirkan keselamatan generasi manusia yang akan dating

Umar adalah juga pahlawan pembangunan, karena pada saat Umar menjadi khalifah, pembangunan pemukiman dan saluran air dilakukannya, disamping penghapusan perbudakan dan pembangunan sekolah sekolah. Menurut padangan penulis, Umar bin Khattab, yang menjadi tokoh idola penulisadalah seorang yang sangat peduli pada sesame dan lingkungannya.

Sebagai seorang negarawan, Umar telah menetapkan tahun Hijriyah sebagai tahun resmi, menghapus perbudakan dan menetapkan bea cukai sebagai pendapatan Negara.

Jika kita mempunya pemimpin yang berperilaku seperti Umar ini, maka kita akan merasa bangga dan mendukungnya secara tulus, karena kita akan merasa mulia, seperti dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud “Sejak Islamnya Umar kami merasa mulia” (HR Bukhari). Apa yang dapat dicontoh dari Umar, jadilah pemimpin yang dapat dibanggakan. Para pimpinan yang berjiwa pemimpin diyakini akan meninggalkan sesuatu yang baik pada para penerusnya, bukan meninggalkan masalah. Mari kita semua merenungkannya, melihat kedepan dan berikrar, jika kita mendapat kesempatanmenjadi pimpinan hendaknya jadilah seperti Umar.

Banyak hal lain yang dapat dilihat pada kehidupan Umar bin Khattab, ia sebelumnya adalah seorang yang sangat memusuhi Islam hingga Rasullullah sempat berdoa dan mohon pada Allah SWT agar Umar diberikan petunjukNya, dan doa Rasullullah dikabulkan, akhirnya Umar menjadi pendamping setia Rasullullah. Memang orang semacam Umar bi Khattab dengan izin Allah SWT akan mencari kebenaran dan kemudian mengawal kebenaran tersebut.

Sebagai seorang yang menghapus perbudakan dam sangat memikirkan rakyat kecil, beliau wafat oleh perbuatan Abu Lu’lu’ah seorang budak milik Al-Mughirah bin Syu’bah pada saat beliau sedang melaksanakan shalat subuh. Tampaknya sangfat tragis dan ironis, tetai sesungguhnya Allah SWT mempunyai rencana lain. Dengan melihat hal ini, memberi pemahaman kepada para penerus yang ingin berbuat seperti Umar, bahwa resiko dari perbuatan baik tetap ada, bahkan semangat amar ma’ruf nahi mungkar (Ali Imran QS.3:104) pasti akan mendapat tantangan dari pihak pihak yang merasa dirugikan, sehingga siapa yang akan berbuat kebaikan telah menjadi sadar bahwa perbuatan baik tersebut memang telah merupakan nawaitu-nya, apapun resiko yang harus dihadapi

Sebagai penutup penulis ingin mengajak rekan rekan yang membaca tulisan ini untuk bersama merenungkan tentang apa yang diperbuat Umar, dan kemudian jika diizinkan Allah SWT, akan berniat untuk berperilaku seperti Umar. Walaupun demikian kita harus ingat apapun yang kita upayakan untuk menjadi orang yang baik, jika Allah tidak mengizinkan maka kita tidak akan berhasil, Oleh karena itu sebagai orang yang bertakwa marilah kita bertobat dan mohon ampunanNya (Ali Imran QS. 3:16).

 
 
 
 
 
 
 

Add a comment

required

required

optional